Sunday, October 9, 2011

C.O.K bag. 1 (sambungan post sebelumnya)

Yoman, gue boleh ngelanjut cerita dari sini :



Anjing-anjing itu pun berjalan masuk ke kandang sambil tetap mengong-gongin Asep. Asep pun legah dan sekarang berani memasuki halaman rumah si Roy. "Lo dapet anjing banyak darimane Roy ? perasaan dulu gue kesini ga ada deh" sambil jalan masuk melewati halaman rumah kedalam rumah Roy. "Dari tante gue, gue dikasih pas jalan-jalan ke kerumahnya di Bogor" jawab Roy sambil menemani Asep masuk kedalam rumah. ''lo mau sep ? bawa aja satu, gue lagi mau bagi-bagi anjing. Udah kebanyakan anjing dirumah gue" tawar Roy didalam rumah. "engga ah, yang ada gue dihabisin kalo gue lupa kasih makan tuh anjing. engga deh, engga, makasi Roy" tolak Asep jelas. "hahaha dasar penakut lo sep. Yaudah duduk aja situ, bentar gue ambilin
minum dulu. Rumah gue lagi sepi, semua pada cabut ke Bogor". Roy lantas kedapur untuk mengambilkan minum, dan Asep duduk diruang tamu sambil mengambil koran yang tergeletak diatas meja tamu itu.
Asik membaca koran sambil menunggu Roy mengambil minum, tiba-tiba kaki Asep terasa disentuh dari kolong kursi yang diduduki Asep. Sontak Asep menundukkan badan untuk menengok ada apa gerangan dibawah kursi yang yang didudukinya. Saat menengok kebawah, ia melihat sosok makhluk hidup mungil yang berbulu lebat disekujur tubuhnya. Dengan cepat ia mengetahui bahwa makhluk itu adalah anak anjing yang memiliki bulu yang lebat. Saat itu juga ia segera menaikkan kedua kakinya ke atas kursi sambil berteriak "Royyyy, ada anak anjing masuk kerumah looo!!". Si Asep lagi-lagi panik, dia masih trauma berat dengan yang namanya anjing. Karena dulu waktu SD, ia pernah berurusan sama yang namanya anjing. Sampe saat ini, luka gigit dikakinya menjadi bukti insiden itu membuat ia menjadi trauma. Dengan posisi tetap, kaki diatas kursi sambil menunggu kedatangan Roy untuk menolongnya. Selang beberapa detik Roy datang membawa minum sambil berkata " ya ampun sep, anak anjing shih tzu aja takut. Itu anak anjing ga bakal gigit lo" lalu menaruh minum diatas meja. "Yaudah cepat ambil tuh anjing, gue trauma sama yang namanya anjing". Roy mengikuti perintah Asep yang terlihat benar-benar ketakutan, ia mengambil anjing itu dari dalam kolong dan menyodorkan anak anjing itu pada Asep sambil berkata "coba deh nih pegang kepalanya, ga bakal gigit. Ini anjing baek, makanya gue taro didalam rumah". Dengan masih keadaan takut, Asep mencoba memberanikan diri menyentuh kepala anak anjing itu. usahanya berbuah baik, ia berhasil menyentuh kepala anak anjing itu sambil mengelus-elus kepalanya. Anak anjing itu hanya menunduk manja setelah dielus-elus kepalanya oleh asep. "udeh ga useh takut, sekarang lo gendong deh nih anak anjing" Roy menawarkan pada Asep. Karena dianggap udah jinak, Asep beranikan diri kembali untuk menggendong si anak anjing itu. Anak anjing itu pun tergendong oleh Asep. "siapa nih namanya Roy ?" tanya Asep. "Namanya kemon sep" jawab Roy. "oh jadi nama kamu kemon, cup-cup-cup anjing baek" berkata pada kemon sambil mengelus kepalanya untuk kedua kalinya.

Puas dengan menggendong dan mengelus si kemon, Asep pun melepaskan kemon untuk berlari-lari kembali didalam rumah. "udah ayok kekamar gue kita maen PS bola, gue mau bales dendam yang dulu !" Roy menantang si Asep. "siapa takut, ayok gue jabanin" Asep menerima tawaran Roy bermain PS bola, permainan yang dulu sering mereka berdua maini saat masih duduk dibangku SMP. Mereka pun lekas pergi kedalam kamar Roy untuk bermain PS. Suasana kamar Roy berubah gaduh karena keributan mereka dalam menanggapi permainan yang mereka lakukan.

Tidak kerasa oleh mereka, sudah 5 jam Asep bertamu kerumah Roy. Udah saatnya Asep pamit pulang pada Roy. Teriiring kepulangan Asep, si kemon berlari kearah Asep sambil menjilati kaki Asep. "kemon aku pulang dulu ya" ucap Asep pada si kemon. "guk-guk-guk" kemon membalas. "Lo mau ga tuh anak anjing sep ? buat lo deh tuh gue kasih" tawar Roy pada Asep. Tanpa basa-basi si Asep menggiyakan tawaran Roy. Asep berpikir si kemon bisa jadi temannya selama dirumah. "kemon, kamu ikut aku yah.." sambil menggangkat kemon dari lantai. "tapi inget, dia harus diperhatikan lebih, dia anjing manja sep" pesan Roy pada asep. "tenang aja Roy, gue jaga amanah lo baek-baek" jawab Asep tegas sambil mengelus-elus kemon.
Asep pun pulang meninggalkan rumah Roy dengan taksi. Dia sengaja pulang dengan taksi bermaksud engga mengganggu penumpang lain kalo seandainya dia pulang naik angkutan umum. Sekarang Asep punya teman baru dirumah untuk menemani hari-harinya dari kesepian. Dalam benaknya sekarang ia sedang bercanda-canda, bermain-main dengan kemon, peliharaan barunya sekarang.. perlahan-lahan taksi beranjak meninggalkan rumah Roy.