Friday, October 14, 2011

C.O.K bag. 2 (sambungan post sebelumnya)

Siang pun berganti petang, alias sore. Semua ingat dengan tugas mereka masing-masing. Asep yang abis mandi membukakan pintu rumahnya, Jery dkk pun masuk sambil berkata "kerjain dimana sep ?". "Disana aja, dikamar gue" asep menjawab pertanyaan Jerry
. Jerry, Vino, Nia dan Viska pun masuk kerumah Asep yang lumayan besar. "lo sendirian sep ?" tanya Vino. "cuma ada mbak gue satu didapur, yang laen pada pergi kebekasi" Asep menjawab. "Ohhh..." mulut Vino membentuk huruf O. Seiring perjalanan mereka menuju kamar Asep, tiba-tiba sosok Kemon mengganggu jalan mereka. "Ihhh ada anjing, usir sep ! gue takut" Viska lari menghampiri Asep, berlindung dibelakang punggung Asep, sambil bergaya histeris ketakutan. Yang lain hanya cuek karena mereka engga merasa takut pada sosok anjing yang terlihat manja. Asep yang grogi karena Viska tiba-tiba berlari bersembunyi dibelakang tubuh kurusnya, ia pun berubah menjadi cool dengan mengusir kemon jauh dari hadapannya "kemon sana, hus-hus-hus". Kemon menuruti Asep, dan Asep dkk melanjuti perjalanan menuju kamar Asep.

Setelah berjalan cukup dekat, mereka tiba dihadapan kamar Asep. Asep berlari duluan menuju kamar, dengan alasan menyembunyikan foto Viska yang berdiri tegak dibantu bingkai, diatas meja belajar Asep. "ayok masuk, maaf kamar gue sedikit berantakan" mempersilakan masuk, dengan posisi tangan kiri bersembunyi dibelakang tubuhnya sambil memegang bingkai foto Viska. Tampa basa-basi, layak menganggap rumahnya sendiri, Jerry dkk memasuki kamar Asep yang memang lumayan besar. Kamar asep berbentuk persegi panjang dengan kamar mandi di dekat pintu masuk kamar. "Ayok deh langsung kerjain, ntar kelamaan disini jadinya" Nia mengajak memulai mengerjakan. "Yaudah ayok, bentar gue ambil peralatannya, gue udah beli tadi pas pulang sekolah" Asep merespon Nia, mengambil peralatan tugas seni budayanya dilaci kamarnya dan meletakkan bingkai foto Viska didalamnya. "Nihh semuanya, ayok mulai lanjutin, tadi kan udah ada konsep, sekarang tinggal bikin deh" Asep melanjuti pembicaraanya. Mereka pun mulai mengerjakan tugas lanjutan seni budaya yang diperintahkan oleh Pak Deden. Ditengah-tengah kesibukkan mengerjakan tugas, kembali Kemon datang merisaukan.

"Aseppp !! anjing lo dateng lagi ! gue takut sepp. cepet dong usirr.." Viska kembali teriak histeris. Sikap Viska persis sama dengan sikap Asep saat pertama kali berjumpa dengan kemon. Saat itu juga Asep mencoba menjadi sosok Roy. Ia mencoba meyakinkan Viska kalo kemon engga gigit, engga jahat seperti yang dibayangkannya. "Vis.. coba deh pegang anjing gue, dia engga jahat kok" merangkul kemon sambil menyodori kemon pada Viska. Kemon bergaya manja. Kemon seperti sedang membantu Asep dalam proses meyakinkan Viska kalau ia itu baik. Lagi-lagi sikap yang sama seperti Asep, Viska mencoba memberanikan diri memegang anjing kecil itu. Viska berhasil memegang kemon, dan kemon hanya merunduk manja keasyikan. "Bener kan vis, anjing gue ga galak.." Asep mengulangi meyakinkan Viska. "iya sep, malah anjing kamu lucu haha.." menyadari prasangka buruknya pada kemon. Asep menatap indah kearah Viska yang sedang mengelus-elus kemon. "uhh, cantik banget sih lo vis.." ungkap Asep dalam hati. "Namanya siapa sep ?" Viska bertanya sambil tetap mengelus-elus kemon. Asep tidak menyaut, ia masih terfokus pada tatapan matanya ke arah wajah Viska. "seppp! namanya anjing lo siapa ?" Viska kembali mengulang pertanyaannya, namun diperkencang. "ehh.. hah ? apa ? namanya kemon vis hehehe" menjawab dengan muka penuh malu. "ihh nama kamu lucu juga ya" Viska memuji kemon.
Tak lama, tiba-tiba Nia bergumel "ehhh! lo berdua cepetan duduk lagi sini, berdiri aja kayak lagi drama. lanjutin nih tugas, biar cepet selesai !". "iye-iye Ni" Viska membalas sambil kembali duduk. Asep pun mengusir kemon keluar kamar dan mereka melanjutkan pekerjaan itu hingga selesai.


Matahari berhasil menutupkan tubuhnya, secara tak sadar sore telah berganti malam. Tak terasa 3 jam lamanya telah menyita waktu mereka dalam mengerjakan tugas seni budaya tersebut. Tugas seni budaya telah sukses selesai dengan baik. Mereka cukup senang, walau badan terasa sedikit pegal. Karena hari juga telah malam, secara sepakat Jerry, Vino, Nia dan Siska memutuskan untuk kembali pulang. Kemon yang sepertinya benar-benar sudah tahu kalau majikannya, Asep menaruh hati pada sosok wanita yang mengelus-elus dirinya tadi, datang menghampiri rombongan Viska dkk yang hendak ingin pulang. Kemon mencium-cium kaki Viska. Viska yang sudah engga takut lagi dengan kemon mencoba menyapa kemon "ehh kemon, kenapa mon ?". Kemon terus melanjuti mencium-cium kaki Viska. "dia suka kali sama kamu vis.." Asep berkomentar. "Alahh, belaga lo sep ! lo kali yang suka sama viska.. pake segala bilang si kemon yang suka hahaha" Vino usil mengkecengi. "dihh apaan si lo" Asep menjawab malu. Viska pun juga merasa malu. Setelah puas mencium-ciumi kaki Viska, kemon berlari menuju Asep. Asep pun merangkul kemon. "yaudah deh sep kita pulang dulu, udah malam nih" Nia berkata pada Asep. Nia dkk pergi meninggalkan rumah Asep. Tidak lupa Viska mendadahkan tanganya sambil berkata "dadah kemonn. Eh sep, aku pulang dulu ya" berkata sambil berlalu meninggalkan pagar rumah Asep. "iyah vis, hati-hati ya" Asep membalas Viska.
Asep merasa senang untuk hari ini. Ia mengelus-elus kemon penuh semangat. Ia bangga pada kemon. Secara tidak langsung kemon telah membantu dalam usaha pendekatannya dengan Viska. Asep kembali kekamar, dilihatnya hanphonenya terdapat satu pesan singkat. Ia mulai membuka, dan mulai membacanya.

From Viska :
Thanks ya sep, kamu udah buat aku ga takut sama kemon lagi. Lain kali aku boleh dong main kerumah kamu lagi sambil ngeliat keadaan kemon ? :)
sent : 14-Oct-2011  19:00:21