Tuesday, October 25, 2011

When I became a fanatic magic

Dulu, pas jaman The Master (acara ajang pencari bakat pesulap Indonesia) di RCTI ada, gue langsung tertarik untuk nonton itu acara setiap kali ditayangin. Waktu itu kira-kira gue masih duduk di bangku SMP. Gue yang lagi antusiasnya dengan acara The Master apalagi pas ada The Master junior, gue rela-relain beberapa kali nonton langsung ke studio RCTI yang ada di Kebon Jeruk.


Sebelumnya gue ga kepikiran buat datang dan nonton langsung kesana, apalagi gue ga ada undangan dari pihak RCTI-nya untuk menjadi penonton langsung.  Dan tiba-tiba, temen SD gue nawarin undangan buat nonton langsung The Master ke gue (temen gue itu juga pecinta The Master pada saat itu). berhubung gue lagi demen-demennya sama acara The Master, gue iyain aja tawarannya. Langsung deh beberapa hari setelah itu (pas jadwal The Master di RCTI mulai) gue datang dan nonton langsung.

RCTI punya banyak studio, dan studio The Master ada dipaling pojok (kawasan RCTI lumayan besar). Gue ke RCTI naik busway bersama seorang teman (gue panggilnya abang karena jauh lebih besar dari gue). Pas nyampai disitu, gue langsung ketemu sama artis-artis The Master. Spontan gue langsung minta foto bersama mereka, dan setelah itu gue nonton hingga acara selesai.

Gue nonton bukan hanya distudio RCTI doang. Dimana para artis The Master show, disitu gue ada sebagai penonton. Misalnya pas lagi ada di Gelanggan samudra ancol. Gue langsung kesana hanya sekedar nonton mereka show. Trus pas lagi di Artha Gading, gue juga langsung kesana sekedar nonton mereka show juga (the master junior). Dan pas di kelapa gading gue ketemu sama Sakti "runner up the master junior 2". Nyokap gue lumayan kenal sama nyokapnya sakti pas dimedan dan saat itu juga gue dikasih undangan lagi buat nonton the master junior langsung di RCTI. Gue pun kesana. Gue disana jadi pendukungnya sakti yang membawa karton-karton bertuliskan namanya.

Sebagai pecinta the master saat itu, gue juga tertarik untuk bisa melakukan seperti apa yang mereka lakukan (bermain sulap). Gue searching di google dan gue nemuin Papa Magic shop. Dia ngejual alat sulap online dan dia buka lapak di Artha gading, jakarta utara. Karena gue males beli secara online, gue langsung aja ketokonya. Dan disitu gue beli banyak alat sulap. Pengeluaran gue waktu itu buat beli alat sulap sampai 1 jutaan kalo diitung-itung. Apalagi gue belinya pake uang jajan gue yang ditabung-tabung. Sekarang gue masih nyimpan itu alat-alat sulap walau ada yang beberapa ilangan. Memang waktu itu gue seakan terhipnotis buat menjadi pesulap-pesulapan karena acara the master. Dan itulah sekedar cerita gue waktu gue jadi seorang fanatic magic.

Dokumentasi :

Waktu sama Joe sandy di Artha Gading

Waktu sama limbad di gelanggang samudra, ancol
Waktu sama Rhomedal di studio RCTI
Waktu sama Rommy rafael, di studio RCTI (dikacangin maen hape)