Sunday, December 4, 2011

Belajar dari film Fluke

Hari sabtu kemarin, gue nonton film tahun 90-an judulnya Fluke. Disitu diceritain seekor anjing bernama fluke yang punya masa lalu sebagai manusia. Jadi film fluke itu menceritakan seorang Thomas Johnnson (Matthew Modine) yang telah mati dalam sebuah kecelakaan mobil dan hidup kembali dalam bentuk seekor anjing.


Ini trailernya :

Dan ini dia endingnya :

Filmnya lumayan sedih. Dan pas nonton itu film, gue ngebayangin kalo gue ngalamin apa yang dialami sosok fluke, yang dulunya manusia lalu meninggal dan hidup lagi dalam bentuk anjing. Mungkin gue bakal kesusahan juga untuk meyakinkan orang-orang kalau gue dulu itu manusia. Apalagi gue harus menjalani kehidupan yang jauh dari apa yang gue pikirkan sebelumnya.

Terkadang emang gue iri dengan binatang-binatang. Misalnya burung. Kelihatanya enak jadi burung, yang bisa terbang lepas kemana aja tanpa harus capek-capek belajar. Jadi ikan, yang bisa berenang kemana aja tanpa harus kesekolah buat ulangan semester yang susah banget dan bikin kepala pecah. Tapi mungkin kalau gue benar-benar mati trus hidup lagi dalam bentuk hewan, misalnya ikan?

Mungkin harapan gue buat ngasih tau ke orang terdekat gue yang teramat disayang kalau gue hidup lagi, ga bakal pernah ada. Dan gue harus jalanin hidup sebagai ikan, yang mungkin jauh lebih menyedihkan dari apa yang dipikirkan. Berenang terus tanpa ada tujuan. Ngga tau apa yang harus dilakuin. Dan terkadang harus berhati-hati dalam mencari makan, karena kalo engga, mungkin bakal terpanggang dipenggorengan para nelayan atau semacamnya. Itu mungkin sulit untuk dibayangkan, karena itu cuman khayalan.

Dan dari film itu gue bisa belajar. Kalau kita harus syukurin apa yang kita punya, terutama diri kita sendiri. Gue harus bersyukur untuk menjadi diri gue sendiri, manusia yang dengan keterbatasan dan kelebihan yang gue punya. Udah cukup untuk iri dengan kehidupan orang lain, yang dianggap lebih baik dari gue. Udah cukup untuk kepingin berubah jadi sosok dia, orang yang gue idolain dan orang lain juga. Karena Tuhan menciptakan manusia sangat beragam, dengan kelebihan masing-masing. So be yourself, because you're only one in the world.

Salam super, Andry yosep :D