Sunday, January 15, 2012

Obrolan Absurd Dalam Sebuah Mobil Diam

Tadi, tepatnya barusan, gue sama kakak gue asik banget ngobrol berdua didalam mobil yang lagi diam. Tepatnya di Parkiran Golden Leaf Restaurant, Kelapa Gading, sambil nungguin bokap-nyokap-adek gue yang lagi ada didalam restaurant, karena kebetulan anak temen bokap gue ulang Tahun ke-1 disitu. Kasih tau aja nih, walau pestanya buat ngerayain Ulang tahun anak 1 tahun, tapi pestanya gaul banget, sumpeh! #Norak


Di mobil kita ngobrolin berbagai macam hal, dari yang engga penting sampai hal yang paling engga penting. Salah satunya kita ngobrolin tentang perbedaan 'Alay Swasta' sama 'Alay Negri'. Kita berdua emang berasal dari SMP dan SD yang sama yaitu swasta. Dan kita juga berasal dari SMA yang bergenre sama, yaitu negri, walau sekolahnya beda. Dari situ kita bisa ngambil kesimpulan beberapa perbedaan dalam bentuk 'alay'-nya.

[gambar dari om google.]

'Menurut kita', dalam segi penulisan, terdapat perbedaan antara 'alay swasta' (AS) dengan 'alay negri' (AN). Kalau AS, mereka ngalay-nya lebih menyingkat kata-kata dengan tidak berperiperkataan. Misalnya gini: Aq mw prgy dlu y... (aku mau pergi dulu ya). Pelaku AS lebih suka menyingkat suatu kata secara tidak jelas atau tak beraturan dan menambah beberapa huruf yang mereka senangi. Sedangkan pelaku AN lebih suka melebih-lebihi sebuah kata yang juga tidak berperiperkataan. Misalnya kaya tadi: aku mau pergi dulu ya. Pelaku AN pasti akan menulisnya menjadi seperti ini: Aquwww mAwuu pErGiee DulUW yaChh... 

Walau demikian, kita mengaku pernah menjadi pelaku AS. Tapi untungnya kita belum sempat menjadi pelaku AN. Kenapa? Karena saat perpindahan dari SMP ke SMA, entah kenapa tiba-tiba kita mendapatkan pencerahan.*sujud syukur*

Obrolan kita engga cuma sampai situ. Kita melanjuti obrolan mengenai pengguna twitter yang 'kita anggap' semakin banyak ditemukan kesalahan dalam mengaplikasikan kata Retweet ditwitter. Kayanya banyak juga hal yang dijelasin sama kak Pina tentang kesalahan-kesalahan dalam menggunakan twitter dan tweople-tweople yang gak disukain ditwitter dalam blognya, kancut-beringas.blogspot.com. Tapi kita nambahin beberapa juga kesalahan-kesalahan penggunaan twitter dalam mengartikan Retweet dalam obrolan kita tadi.

1. Retweet di anggap Replay.
[Gambar dari om google]

Kalau masalah ini, engga ada abisnya dibahas sama kak Pina diblognya. Gue dan kakak gue juga demikian. Banyak banget RT abuser di Timeline kita yang sering-seringan nongol. Mau diunfollow, dia teman kita, engga enak. Mau ditegur, dia teman kita, engga enak. Semua serba salah deh. Masih mending kalau RT-RTannya sama following kita juga, kalau sama bukan following kita? itu ganggu banget. #FYI, kalau kita bales tweet pakai replay, maka followers kita yang engga follow account yang kita bales tweetnya, tweet kita engga bakal muncul di TimeLine mereka.
Pernah ada yang karena bales tweet pakai RT, trus mention-nya sampai ilang. Contohnya kaya gini, @TemanSatu dan @OrangDua sedang RT-RTan: @TemanSatu Lo emang tadi kemana? Kok ga bls sms gue? sorri, gue tadi abis boker dulu bentar. Eek-nya gede-gede pula, jadi agak lamaan gitu deh.. Pas lagi boker, gue juga sambil makan pula.. Jadi lama gitu deh. RT @Oran.


2. Retweet di anggap Like atau Setuju.
Ini emang engga ganggu. Tapi ini salah, men. Sekedar kasih tau aja ya, menurut gue RT itu kaya Re-blog di tumblr, kaya Re-post di blog. Jadi engga ada istilah kaya begini: RT BANGET!, BIGRT, RTABIS, RTaja.. Engga ada kaya gitu, men. Sekali lagi ini engga ganggu di TimeLine. Sekedar kasih tau aja kalo itu salah. Kalo dianggap benar sih, emgga apa-apa.

Kita ngobrol terus panjang lebar sampai akhirnya bokap telfon suruh masuk ke Restaurant buat makan. Yaudah, per-obrolan pun selesai.

PS: Sorry kalo ada yang tersinggung. Kita semua manusia biasa. Pasti engga bakal luput dari kesalahan. Kesalahan itu pun berbeda-beda. Ada baiknya kan kalo kita saling membetulkan kesalahan itu, benar? Dan itu semua adalah sebuah pendapat, yang pasti ada yang pro dan kontra.